Ibrahim dan Ismail
إِبْرَاهِيم وَإِسْمَاعِيلAl-Qur'an menyebut Ibrahim meninggikan pondasi Baitullah bersama putranya, Ismail, sambil memohon agar amal itu diterima. Di sekitar bangunan itulah kemudian tumbuh Makkah. Al-Qur'an juga menyebut rumah ini sebagai rumah ibadah pertama yang diletakkan untuk manusia.
Yang disebut lebih dahulu bukan kotanya, melainkan rumahnya — kota itu tumbuh belakangan.
Scope
Peninggian pondasi Ka'bah sebagaimana disebut Al-Qur'an. Tidak membahas perincian yang tidak disebut nas, termasuk ukuran bangunan pertamanya.
Reference
وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا
"Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan pondasi Baitullah bersama Ismail, (seraya berdoa) 'Ya Tuhan kami, terimalah dari kami.'"
QS. Al-Baqarah: 127
إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ
"Sesungguhnya rumah pertama yang dibangun untuk manusia adalah yang di Bakkah (Makkah), yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam."
QS. Ali 'Imran: 96
This manuscript is written as an introduction, not a complete study, and has not been re-checked against its original sources.