Menghadap Kiblat
اسْتِقْبَالُ القِبْلَةSalat menghadap Masjidilharam. Yang jauh darinya cukup menghadap arahnya, bukan menepati titiknya — dan itulah sebabnya sedikit selisih derajat tidak membatalkan. Bila arah benar-benar tidak diketahui dan tidak ada yang bisa ditanya, seseorang berijtihad lalu salat; salatnya sah meski belakangan ternyata meleset.
Yang dituntut menghadap arahnya, bukan menepati titiknya.
Scope
Kewajibannya dan keringanan saat arah tidak diketahui atau sedang di kendaraan. Cara mencari arahnya ada di Arah Kiblat, bukan di sini.
Evidence
فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ
"Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam."
QS. Al-Baqarah: 144
Apabila engkau hendak salat, sempurnakanlah wudu, lalu menghadaplah ke kiblat, kemudian bertakbirlah.
HR. Bukhari dan Muslim
This summary is written as a reminder and has not yet been reviewed by a scholar. Ask a qualified person about conditions, exemptions, and differences of opinion.